Design thinking adalah proses membuat ide-ide baru dan inovatif yang digunakan untuk memecahkan sebuah masalah. Design thingking tidak terbatas pada industri atau bidang keahlian tertentu

Mindset design thinking, memiliki tiga sikap dasar yaitu experiment, test dan collaborate.

1. Experimentation

Kita dapat menerapkan mental eksperimen di dalam berbagai situasi, mulai dari membangun strategi baru untuk meluncurkan sesuatu product dan layanan baru. Ini adalah sikap yang perlu dibangun seluruh tim di dalam design studio.

Namun eksperimen akan lebih maksimal ketika kita dengan hati-hati memonitor hasilnya, sehingga kita dapa terus bergerak untuk menemukan solusi terbaik.

 

 

2. Testing dan Iterasi

Tanpa diragukan lagi, mindset testing dan iterasi terletak pada inti design thinking. Karena sebagai prosfesional digital, kita memiliki sumber data yang begitu banyak. Sehingga kita harus melalukan testing dan iterasi apapun yang telah dilakukan.

 

 

3. Collaboration

Salah satu tantangan terbesar di dalam design digital adalah kenyatan bahwa pasti akan menyentuh setiap bagian (element) di dalam sebuah organisasi (design studio).

Ini sangat kompleks, membutuhkan banyak spesialis yang harus bekerja sama untuk menemukan solusi terbaik. Akibatnya, kita memerlukan untuk mengadopsi pola pikir kolaboratif.

4 langkah design thinking :

1. Lakukan research

Banyak deisgn studio telah melakukan market research, namun dengan kekurangan. Terkadang fokusnya untuk melihat apakah gagasan yang dihasilkan secara internal memiliki validitas. Namun hal ini tidak terlihat secara eksternal bagi user (target), sebagai sumber inspirasi sebuah product, layanan atau ide baru. Sehingga seringkali kita menghasilkan sebuah product yang tidak dibutuhkan atau diinginkan oleh siapa siapa pun.

Perancangan hampir selalu dimulai dengan beberapa penelitian atau fase penemuan. Dengan berusaha memahami kebutuhan dan tantangan pelanggan secara lebih baik, mindset design thinking dapat mengidentifikasi peluang yang ada. Dengan menggunakan sebuah tools , kita dapat lebih memahami apa yang sedang dihadapi user (target) dan ini memungkinkan kita untuk mencari solusi yang baik

 

 

2. Explore solusi yang ada lain (possible)

Dengan pemahaman yang baik tentang user (target) dan kebutuhan mereka memungkinkan kita untuk mengeksplorasi pendekatan yang berbeda untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Design sprint merupakan salah satu tools brainstorming yang mampu memecahkan sebuah masalah di dalam dunia bisnis.

Idenya dengan mengeksplorasi sebanyak mungkin pilihan yang ada, akhirnya solusi yang terbaik pun dipilih.

 

 

3. Menyaring sejumlah opsi yang ada menuju kemungkinan solusi yang ada

Biasanya ketika tahap eksplorasi berakhir dengan sejumlah opsi. Setelah itu dikembangkan menjadi prototype kerja. Design thinking cenderung memilih prototype daripada spesifikasi. Karena prototype lebih mudah dimengerti dan spesifikasi bukanlah sesuatu yang dapat di uji dengan user yang real.

 

Before Disney spent $1 billion renovating its parks, it first built a prototype

4. Lakukan test, test lagi dan iterasi

Design thinking menyadari bahwa prototype perlu diulang berkali-kali sebelum hasilnya sesuai (benar).
Testing dan iterasi perlu dilakukan, bahkan setelah sebuah product (layanan) dilaunch. Agar sebuah product dapat terus dipantau dan mencari solusi untuk memperbaikinya jika ada kekurangan.