Fungsi pencarian adalah seperti perbincangan antara pengguna dengan sistem: pengguna menyatakan apa kebutuhan informasi mereka sebagai pertanyaan, dan sistem merespon dengan menampilkan rangkaian hasil pencarian. Fungsi pencarian adalah aktivitas dasar dan elemen penting dalam membangun situs yang berat-konten.

Dalam artikel ini, saya ingin berbagi 5 tips yang dapat membantu kamu meningkatkan UX dari fungsi pencarian.

1. Letakkan kotak pencarian di tempat yang terduga oleh pengguna

Hindari keadaan di mana pengguna harus mencari kotak pencarian karena ia tidak menonjol atau tidak terlihat dengan mudah.

Bagan di bawah ini diambil dari studi oleeh A. Dawn Shaikh dan Keisi Lenz: bagan ini menunjukkan posisi kotak pencarian yang terduga berdasarkan survei kepada 142 orang. Studi ini mendapati bahwa lokasi paling nyaman bagi sebagian besar pengguna adalah bagian kiri atas atau kanan atas halaman.

Area di mana para pengguna menduga akan menemukan kotak penarian. Bagian pojok kanan atas masih menjadi tempat pertama yang dilihat pertama kali.

1

Letakkan kotak pencarian di bagian kanan atas atau tengah atas, maka hampir dapat dipastikan pengunjung situsmu akan dengan mudah menemukannya.

Secara ideal, kotak pencarian seharusnya disesuaikan dengan desain keseluruhan website namun tetap sedikit lebih menonjol ketika pengguna memerlukannya.

Semakin banyak konten yang kamu punya, kamu perlu membuat tampilan fitur pencarian semakin menonjol. Jika fitur pencarian bersifat esensi dalam situsmu (misalnya: situsmu adalah sebuah toko e-commerce), gunakan kontras yang cukup banyak antara ikon/field fungsi pencarian dengan background dan elemen lain di sekitarnya.

0
Search adalah salah satu fitur paling penting di eBay. Perhatikan kontras warna tombol “Search” di halaman awal eBay.

2. Gunakan ukuran field yang tepat untuk input pencarian

Membuat input field terlalu pendek adalah kesalahan umum di kalangan desainer web. Ketika pengguna mengetik teks pencarian panjang, hanya sebagian teks yang terlihat oleh mereka dan ini adalah hal yang buruk karena pengguna tidak bisa dengan mudah mereview atau mengubah teks tersebut. Nyatanya, ketika kotak pencarian membatasi jumlah teks yang terlihat, pengguna terpaksa menggunakan keyword pencarian yang pendek dan tidak lengkap.

Jika input field memiliki ukuran yang disesuaikan dengan kebutuhan pengguna, maka pengguna akan lebih mudah membaca dan mereview kembali apa yang mereka ketik. Aturan praktisnya adalah untuk menyediakan area untuk mengetik 27 huruf (ukuran ini bisa mengakomodir 90% jenis pencarian).

3. Perjelas Apa yang Pengguna Bisa Cari

Menuliskan contoh search query di input field untuk memberikan panduan kepada pengguna apa yang dapat mereka cari adalah ide yang baik. HTML% memudahkan kita untuk memasukkan teks di dalam input field. Jika pengguna dapat mencari beberapa kriteria, gunakan pola petunjuk input untuk memperjelas (lihat contoh IMDb di bawah). Namun, batasi petunjuk dalam beberapa kata saja untuk meminimalisir fungsi kognitif yang diperlukan untuk memahaminya.

3

4. Jangan Hapus Pertanyaan Pengguna Setelah Mereka Menekan Tombol "Cari"

Pertahankan keyword pencarian awal mereka. Memformulasi ulang keyword pencarian adalah langkah penting dalam banyak proses pencarian informasi. Jika pengguna tidak menemukan apa yang mereka cari pada percobaan pertama, mereka mungkin ingin mencari lagi dengan sedikit mengubah kata-kata di field pencarian. Untuk memudahkan mereka, biarkan keyword pencarian awal tetap ada supaya mereka tidak perlu mengetik ulang semua kata-kata yang ingin mereka pertahankan.

5. Gunakan Mekanisme Auto-Suggestion

Riset oleh Grup Nielsen Norman menemukan bahwa kebanyakan pengguna tidak bisa memformulasi kata-kata pencarian dengan baik: jika mereka tidak mendapat hasil yang sesuai di percobaan pertama, percobaan-percobaan berikutnya biasanya tidak memberikan hasil yang berbeda. Bahkan, kebanyakan pengguna menyerah setelah hasil percobaan pertama tidak sesuai dengan yang mereka harapkan. Namun, situasi ini dapat dihindari dengan menggunakan mekanisme auto-suggestion. Mekanisme ini membantu pengguna menemukan kata yang tepat dengan melakukan prediksi berdasarkan huruf-huruf yang sudah diketik. Ketika mekanisme ini berhasil, ia membantu pengguna mengartikulasikan pencarian dengan lebih baik.

Berikut adalah beberapa hal untuk diingat ketika menggunakan mekanisme auto-suggestion pada situsmu:

  • Pastikan auto-suggestion yang diberikan berguna. Auto-suggestions yang tidak didesain dengan baik dapat membingungkan dan mendistraksi pengguna. Gunakan auto-corrections untuk pengejaan, pengenalan akar kata, dan kemampuan memprediksi teks untuk meningkatkan mekanismenya.
  • Munculkan auto-suggestions secepat mungkin, misalnya setelah huruf ketiga dimasukkan. Cara ini akan mengurangi usaha pengguna untuk memasukkan data, yang dapat meningkatkan kenyamanan mereka.
  • Tunjukkan kurang dari 10 pencarian yang disarankan (dan tanpa scroll bar) agar pengguna tidak kewalahan dengan informasi yang ada. Biarkan pengguna menavigasi antar beberapa item menggunakan keyboard.
  • Tonjolkan perbedaan antara informasi yang dimasukkan pengguna dengan informasi yang dianjurkan (misalnya, teks yang dimasukkan pengguna menggunakan font normal, sedangkan teks yang dianjurkan menggunakan bold font)

4
Pencarian Google sangat ahli dalam pola ini. Mereka sudah menerapkannya sejak 2008.

Kesimpulan

Fitur pencarian adalah elemen penting dalam membangun situs yang menguntungkan. Pengguna akan mengharapkan pengalaman yang lancar dalam menemukan dan mempelajari berbagai hal dan mereka biasanya melakukan penilaian cepat terhadap sebuah situs berdasarkan kualitas hasil satu atau dua buah pencarian. Fasilitas pencarian yang sangat baik seharusnya membantu pengguna untuk menemukan yang mereka cari dengan cepat dan mudah.

Sumber: Webdesignerdepot
Ditulis oleh: Nick Babich