Kolaborasi antara designer dan developer ibarat seperti bermain sepakbola. Designer seperti pemain gelandang yang memberikan umpan pada pemain depan, yang mana disini adalah developer. Lalu pemain depan meneruskannya ke gawang lawan dan GOLLLLLLLL!!!!!

Kita bisa belajar bagaimana berkolaborasi dari pemain sepakbola. Bagaimana cara masing-masing peran bisa memaksimalkan usaha mereka dan memberikan yang terbaik supaya kolaborasi berjalan dengan baik demi tercapainya suatu tujuan.

Mari kita garisbawahi,

Masing-masing peran memaksimalkan usahanya dan memberikan yang terbaik.

Terkadang kita terlalu fokus dengan apa yang rekan kerja kita lakukan. Sampai kita lupa melihat bagaimana diri kita sendiri. Apakah kita sudah menjadi designer dan developer yang baik saat berkolaborasi?

Sebagai designer…

Apakah kita benar-benar peduli dengan keseluruhan proyek atau mungkin kita hanya peduli sebatas menyiapkan file PSD dan Sketch untuk di-handover?

Sudahkah kita membuka diri untuk mengerti hal-hal teknis dari sisi development?

Maukah kita terlibat bersama dengan developer untuk memastikan apa yang kita desain dapat terimplementasi dengan baik?

Terakhir, yakinkah kita sudah berusaha memberikan umpan-umpan yang baik kepada developer?

Sebagai developer…

Apakah kita telah membuat diri kita tersedia untuk membantu designer pada saat proses men-design?

Sudahkah kita mendengarkan alasan-alasan dari designer, mengapa begini dan begitu dengan design mereka?

Mungkinkah kita cenderung suka mematikan kreatifitas designer dengan langsung memberikan batasan-batasan yang tidak dapat dilakukan dari sisi teknis development?

Apakah kita juga berjuang demi kenyamanan user bersama dengan designer?

Terakhir, yakinkah kita bisa menerima dan mengolah setiap umpan-umpan baik dari designer untuk dieksekusi dengan baik?

“Kolaborasi yang baik bukanlah semata tentang siapa pemain-pemain di dalamnya, melainkan tentang bagaimana cara pemain-pemain tersebut bermain juga.”

Memulai dengan duduk di satu meja yang sama, berdiskusi, adalah langkah yang harus ada sebelum memulai sebuah pekerjaan. Komunikasi harus menjadi dasar dari kolaborasi antara designer dan developer.

Jujur, saat menulis artikel ini saya diingatkan kembali untuk memeriksa apakah saya sudah menjadi seorang designer yang baik.

Saya selalu yakin, hal yang benar, cara kerja yang baik, harus dimulai dari diri kita sendiri. Jika di dalam sebuah proses terjadi kesalahan, baiklah kita memeriksa diri kita terlebih dahulu. Kita tidak dapat mengontrol sikap, cara dan respon designer atau pun developer yang bekerjasama dengan kita. Designer dan developer yang keras kepala dan susah untuk diajak bekerjasama akan tetap selalu ada. Semoga cara kerja kita bisa memberikan pengaruh yang baik bagi setiap rekan kerja kita.

Bagikan artikel ini kepada teman-teman kita baik designer maupun developer. Siapa tahu bermanfaat 🙂

 

Saat ini Thomas aktif mendesain bersama design agency bernama Hanno dengan klien seperti Stratim, Lenovo dan Omron, Uber. Selain itu, ia juga aktif menulis dan membagikan cerita, informasi seputar desain produk digital.