Saat ini Bady memimpin salah satu team design di DBS Singapore. Dalam sesi interview ini Bady akan berbagi seputar pengalamannya bekerja sebagai designer di negara tetangga (Singapura), bagaimana juga ceritanya sampai dia bisa sampai bekerja disana dan seputar kehidupan dia. Terima kasih Bady!


Hi Bady, lagi sibuk apa nih?

Sekarang kebetulan lagi fokus hiring dan juga nge-lead salah satu tim desain. Beberapa projek yang lagi dikerjain salah satunya chat-banking, public website dan juga ngebantu tim lain ngerjain key-initiative project untuk 1-2 tahun kedepan.

Bisa ceritakan sedikit bagaimana akhirnya Bady bisa pindah dan bekerja di DBS Singapore?

Ketika saya masih bekerja di Wego, saya sempat berkenalan dengan beberapa desainer PayPal saat menghadiri suatu konferensi desain di Singapore. Dari situ kita sering mengobrol tentang desain, sampai suatu hari salah satu dari teman saya ini menawari saya untuk bergabung di tim yang akan dia bentuk dari awal di sebuah bank di Singapore. 
Pertama kali saya tahu kalo beliau akan membuat tim di DBS Bank, saya agak ragu karena saya lebih familar dengan startup culture. Tapi di sisi lain, saya merasa tertantang karena menurut saya industri perbankan ini tergolong sektor yang memiliki impact yg luas. Tim yang akan dibentuk merupakan bagian dari Consumer Banking Group (CBG) dan bertugas mendesain produk bank seperti mobile banking, internet banking, public website, investment, remittance, digital payment, chatbot, dan produk-produk lainnya yang berkaitan dengan konsumen.

Selain itu, sebagai leader, beliau memiliki personality, visi dan misi yang cukup menarik sehingga saya semakin tertarik untuk mencoba ikut seleksi sebagai Senior Product Designer. Setelah beberapa kali melalui proses interview, akhirnya saya diterima.

Iklan: Seandainya rekan-rekan ada yang berminat untuk mencoba tantangan menjadi senior product designer di dunia perbankan dan merasakan bekerja di luar negeri, bisa contact saya di hello@bady.co ✌️ 

Foto bersama teman sekaligus manager desain: Chooake Wongwattanasilpa (Head of UX Design DBS-CBG Digital Team, Managing Director)

Foto bersama teman sekaligus manager desain: Chooake Wongwattanasilpa (Head of UX Design DBS-CBG Digital Team, Managing Director)

Bagaimana sih rasanya bekerja di luar negeri bersama dengan orang-orang yang berbeda bahasa dan kulturnya dengan kita?

Karena sebelumnya saya pernah freelance selama beberapa tahun dan mempunyai banyak klien dari US, sehingga dari segi bahasa, sejauh ini tidak ada kendala yang cukup signifikan. Namun dari segi kultur, pada awalnya saya perlu beradaptasi dengan tim dari divisi lain yang terkadang lebih individualis dan terlalu bussiness-minded. 
Sedangkan untuk tim desain sendiri, karena keberagaman latar belakang/negara dari anggota tim, hal tersebut membuat saya menjadi lebih terbuka dan lebih fleksibel. Di sini kami berbagi akan hal-hal baru dan saling menghargai setiap perbedaan. Untuk menambah kedekatan dan kekompakan anggota tim, biasanya kami mengadakan acara creative day sebulan sekali. Kegiatan yang dilakukan pun berbeda- beda setiap bulannya. Seperti contohnya, dragon boat, charity day, memanah, kelas drama, kelas kaligrafi, hingga kelas memasak.
Hand lettering di salah satu creative-day bulanan.

Hand lettering di salah satu creative-day bulanan.

 

2017 Retrospective day.

2017 Retrospective day.

Apa yang menjadi tantangan terbesar bekerja sebagai designer dalam dunia perbankan?

Dunia perbankan merupakan salah satu bidang usaha yang sangat konservatif dan penuh birokrasi, sehingga sebagai seorang designer kita ditantang untuk tidak hanya mendesain produk yang diinginkan oleh konsumer tetapi juga memberikan value terhadap perusahaan dari segi bisnis. Menurut saya, tantangan terbesar adalah bagaimana membuat produk finansial yang mudah dimengerti, mudah digunakan, dan juga memliki business-case yang sustainable.
Pada waktu awal saya bergabung di DBS, desain hanyalah sebagai pelengkap bagi perusahaan, dimana inovasi dan detail desain menjadi nomer kesekian untuk diperhatikan. Namun karena CEO perusahaan mempunyai visi akan pentingnya melakukan transformasi digital, desain mulai diperhatikan dan menjadi salah satu prioritas dalam menunjang pengembangan bisnis perusahaan. Selain itu, DBS merupakan bank terbesar di Singapore, sehingga banyaknya nasabah bank menjadi salah satu tantangan terbesar karena kita dituntut untuk dapat mengakomodir kebutuhan berbagai macam kalangan konsumen.

Bady, Design Team Lead di DBS Bank Singapore

Bady, Design Team Lead di DBS Bank Singapore

Role Bady adalah AVP, User Experience & Design, seperti apa sih role ini?

Sebenarnya AVP (Assistant Vice President) itu level/ ranking berdasarkan hirarki di DBS. Di perusahaan perbankan terdapat management rank yang disesuaikan berdasarkan tingkat tanggung jawab & experience yang dimiliki (analyst, associate, AVP, VP, dst hingga tingkat Managing Director). Sedangkan untuk role di DBS sendiri, saat ini saya adalah salah satu Team Lead dalam CBG Digital- UX Design.

What is the greatest lesson dalam hal design yang Bady dapatkan selama bekerja di DBS?

Banyaknya pihak yang terlibat dalam setiap pembuatan produk melatih saya untuk lebih menempatkan diri dan berpikir tidak hanya sebagai seorang designer, tetapi berusaha melihat sisi lain dari segi konsumen dan juga segi bisnis (holistic view). 
Selain itu, saya banyak belajar untuk lebih positif & kreatif untuk menyikapi tantangan yang datang ketika mendesain baik dari segi teknis, timeline atau stakeholder. Pada akhirnya ini melatih saya dan tim untuk lebih bisa mengartikulasikan ide dan juga design-decision lebih baik. 
Selain mempunyai kesempatan mengembangkan cabang desain skill yang lain, bekerja di sebuah perusahaan sebesar DBS memberikan saya ilmu baru berupa soft skill khususnya komunikasi dan kepemimpinan yang sebelumnya tidak terlalu saya dapatkan saat freelance
 Bady, Design Team Lead di DBS Bank Singapore

Di luar dari mendesain, kegiatan/hobi apa yang Bady punya untuk melepas penat kerja? 

Saat ini fotografi merupakan hobi utama saya di saat senggang. Terkadang, selain melepas penat, fotografi juga memberi inspirasi bagi saya. Selain itu, saya biasanya menyempatkan bermain dengan anak saya atau sharing dengan istri saya tentang hal apapun. Menjaga work-life balance itu juga penting untuk menjaga produktivitas dan efisiensi kerja agar tidak mudah stress.

Buku apa yang Bady terakhir baca dan ingin merekomendasikannya kepada pembaca Insight?

Radical Candor. Buku ini berisi tentang bagaimana menjadi manager/ leader/ boss yang baik. Rekomen buat desainer/ siapapun yang mau jadi team lead. Di sini banyak contoh-contoh do & don’t rules dan juga study-case yang bisa kita pelajari dan kita jadikan acuan. Yang terakhir adalah Designing Interface Animation. Buat desainer yang suka dengan interaction/motion, yang pengen tau lebih detail mendesain animasi yang efektif dan gak overkill, buku ini bisa jadi bahan rujukan👌.

Saat ini Thomas aktif mendesain bersama design agency bernama Hanno dengan klien seperti Stratim, Lenovo dan Omron, Uber. Selain itu, ia juga aktif menulis dan membagikan cerita, informasi seputar desain produk digital.