Dalam dunia industri desain yang kompetitif hari-hari ini, portfolio adalah kunci utama untuk menarik perhatian klien/perusahaan.

Karena itu, membangun portfolio yang baik adalah cara yang ideal bagi para desainer UI untuk memperoleh pekerjaan. Berikut adalah beberapa prinsip desain serta tips untuk menciptakan portfolio desain UI yang menarik.

Memperlihatkan keseluruhan proses desain

Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa latar belakang cerita adalah salah satu esensi dalam menciptakan karakter, begitu juga dalam desain portfolio UI. Bagi desainer baru, bukanlah sebuah langkah tepat untuk menunjukkan screenshot hasil karya Anda kepada orang yang menginterview Anda.

Screenshot hanya menunjukkan “apa”, dan bukan “kenapa” sebuah desain tercipta. Desain UI yang baik adalah sebuah perjalanan mencari solusi, dan kita perlu menunjukkan bagaimana desain tersebut terbentuk dan berkembang.

Berikut adalah beberapa cara untuk menunjukkan keseluruhan proses desain:

Step 1: Menunjukkan pemikiran di balik desainmu

Showing how you think, start with this project and how the process is. These concerns are used to measure whether you're ready for the project. At the beginning of the work, it is necessary to make this clear so that the reader understands that you are not designing for the design.

Step 2: Menunjukkan wireframe

Wireframe dapat dengan jelas menunjukkan logika dan struktur hasil karya Anda, yang mencerminkan tampilan halaman Anda, apakah penempatan setiap komponen masuk akal, serta teori yang mendukung desain yang Anda buat.

Menggunakan alat prototyping seperti  Mockplus adalah pilihan yang baik. Seteleh wireframe selesai, Anda bisa langsung meng-export  UI flow, dan Anda juga bisa menguji serta membagikan prototype Anda secara daring.

Step 3: Menunjukan proses desain

Setiap bagian dari portfolio Anda adalah sebuah perjalanan. Anda perlu menunjukkan bagaimana pemikiran Anda berkembang dan berubah menjadi lebih baik seiring dengan proses desain tersebut. Anda juga perlu menunjukkan bagaimana Anda membagi modul-modul informasi serta mengurutkan informasi mana yang lebih penting.

Step 4: Meningkatkan kualitas navigasi karya Anda

Sebagus apapun hasil karya Anda, semenyenangkan apapun tampilan layout-nya, jika navigasi karya tersebut tidak jelas, orang yang menginterview Anda bisa kehilangan kesabaran untuk menelusurinya. Kita perlu memastikan navigasi hasil karya kita mudah dan cepat, baik di komputer maupun di telepon genggam.

Memilih platform yang tepat

Ada begitu banyak platform daring yang dapat mempublikasikan hasil karya Anda. Hal terpenting yang perlu Anda perhatikan adalah bagaimana Anda dapat secara efektif dan aktif berkomunikasi serta berinteraksi dengan audiens Anda.

(1) Behance: Sebagai komunitas kreatif terbesar di dunia, Behance mempunyai traffic yang tidak tertandingi di dunia desain. Hasil karya yang Anda unggah akan terekspos di komunitas desainer yang luas, dan Anda hanya perlu menunggu komentar atau pujian dari rekan desainer lain.

Behance

(2) Dribbble: Jika Anda mengaku seorang desainer, tentunya Anda mengenal Dribbble. Dribbble adalah tempat para desainer menunjukkan hasil karya mereka, berkomunikasi dengan desainer lain serta mencari inspirasi. Desainer grafis, ilustrator, desainer fonts dan desainer icon dapat ditemukan di sini. Namun, komunitas ini terbatas pada desainer yang mendapatkan undangan. Anda hanya bisa mengunggah hasil karya Anda dengan memasukkan kode undangan yang Anda terima dari anggota Dribbble.

(3) Tumblr: Sebagai sebuah situs microblogging, Tumblr adalah tempat yang ideal untuk mengekspresikan serta menunjukkan ide Anda. Namun, mekanisme komen serta interaksi yang ada terbilang cukup lemah.

Dapatkan inspirasi dari portfolio UI berikut


Yitong Zhang

Yang membedakan koleksi ini dari portfolio lainnya adalah cara desainer menciptakan narasi. Gaya komunikasinya sangat terstruktur, baik ia sedang bercerita tentang pengalaman pribadinya maupun hasil karyanya. Ketika Anda menjelajahi dokumentasi desain untuk projek ini, Anda akan terkesan dengan pola kerja linearnya.

Yitong Zhang

http://www.zhayitong.com/index.html


Liz Wells

Desainer UX dari Brooklyn ini menunjukkan beberapa projek untuk Google dan Spotify di portfolionya. Ia mendemonstrasikan penggunaan hasil akhir aplikasinya melalui video singkat. The thumbnails appear on the start page as a large-scale hover effect.

 Liz Wells

http://www.lizvwells.com/


Christine Walthall

Christine Walthall, seorang ahli UX yang berbasis di LA, menggunakan sitemaps, wireframes dan  navigation flows untuk mendokumentasikan pekerjaannya. Halaman awal menunjukkan format thumbnail besar, dan bukan format grid.

Christine Walthall

Martin Oberhäuser

Seorang ahli interface yang berasal dari Hamburg, Martin Oberhäuser menggunakan cara yang tidak biasa untuk mengacu pada channel di media sosial atau blog posts. Ia menggunakan kotak ukuran besar dan bukan susunan grid. Ia juga menunjukkan interface-nya dalam bentuk animasi, atau juga dengan video yang menunjukkan bagaimana menggunakan sebuah aplikasi.

Martin Oberhäuser

Adrian Zumbrunnen

Pada situs Adrian Zumbrunnen, Anda akan disambut dengan interface interaktif dengan sentuhan humor. Desainer dari Zurich ini menggunakannya untuk meminta pengunjung situs untuk menghubungi mereka - teh dan kopi sudah termasuk.

Adrian Zumbrunnen https://azumbrunnen.me


Orange You Glad

Agency Orange You Glad dari Brooklyn memperhatikan sapaan yang menyenangkan kepada calon pelanggan: Banyak ilustrasi >>hellos<< yang berbeda muncul bergantian pada halaman awal.

Orange You Glad


Nick Jones

Nick Jones, desainer interface dan pembuat prototype dari North Carolina, telah membuat sentuhan spesial pada situsnya: interface spiral yang bergerak searah jarum jam ketika di-scroll. Jika Anda mengalami pusing, halaman ini juga memiliki versi yang lebih ‘normal’.
Nick Jones

http://www.narrowdesign.com/


Chantal Jandard

Chantal Jandard tidak menggunakan foto pada halaman awal situsnya. Ia memilih untuk menyimpulkan kerjanya dengan headline yang sangat besar.

Chantal Jandard

http://www.chantastique.net/


Kesimpulan

Portfolio desainer UI Anda menunjukkan apa yang Anda kerjakan dan bagaimana Anda mengerjakannya. Seiring berjalannya waktu, satu-satunya batasan yang ada adalah pengalaman serta desain Anda yang sudah mengendap. Terus menerus berfokus untuk meningkatkan karya Anda adalah cara yang terbaik untuk memenangkan pekerjaan ideal. Saya harap pengalaman dan contoh di atas dapat memberikan inspirasi kepada Anda untuk menciptakan portfolio UI yang menarik perhatian.

Sumber: Mockplus