Information architecture (IA) berfokus pada pengorganisasian, menyusun struktur dan labeling konten secara efektif dan berkelanjutan. Tujuannya adalah membantu user menemukan informasi dan menyelesaikan task nya.

Untuk melakukan itu anda perlu memahami bagaimana menyesuaikan potongan-potongan itu agar menciptakan gambaran yang lebih besar, bagaimana item-item yang ada saling berhubungan satu sama lain di dalam sebuah sistem.

Mengapa IA itu perlu dipikirkan baik-baik ?

Menurut Situs Peter Morville, tujuan IA adalah membantu user untuk memahami tujuan mereka, apa yang mereka temukan, informasi apa yang ada dan apa yang diharapkan. Sehingga IA yang anda buat mampu memberikan informasi melalui strategi konten indentifikasi pilihan kata serta menginformasikan design interface user dan design interaksi melalui peran proses wireframing dan prototyping.

Apa yang perlu anda ketahui tentang IA ?

Agar berhasil, anda memerlukan pemahaman yang beragam tentang standar industri untuk menciptakan, menyimpan, mengakses dan menyajikan informasi. Lou Rosenfeld dan Peter Morville menyebutkan di buku mereka “Information Architecture for the World Wide Web” beberapa komponen utama IA :

  1. Organization Schemes and Structures : Bagaimana anda mengkategorikan dan menyusun sebuah informasi
  2. Labeling Systems: Bagaimana anda mewakili sebuah informasi
  3. Navigation Systems: Bagaimana user browse atau mengabaikan sebuah informasi
  4. Search Systems: Bagaimana user mencari/menelusuri sebuah informasi

Dasar - dasar Information Architecture (IA)

Untuk dapat menciptakan sistem informasi ini, anda perlu memahami sifat alami dari user, konten dan konteksnya. Rosenfeld dan Morville menyebut ini sebagai “information ecology” dan mereka memvisualisasikannya dengan diagram venn. Setiap lingkaran yang ada, mengacu pada :

a. Context : tujuan bisnis, funding, politik, budaya, teknologi, sumber daya dan kendala yang ada.
b. Content : content objectives, dokumen dan tipe datanya, volume, struktur yang ada, pemerintahan dan ownership.
c. Users : audience, task, kebutuhan, kebiasaan mencari informasi dan experience.

Dasar - dasar Information Architecture (IA)

IA Sub-Specialties

Information Architecture adalah sesuatu yang rumit ketika diperhadapkan dengan sistem informasi yang besar, task nya pun menjadi lebih masif, kadang-kadang para ahli memilih niche (ceruk) yang khusus di dalam disiplin IA. Beberapa contoh IA Sub-Specialties ditambahkan untuk memusatkan perhatian pada skema searching, metadata, taksonomi dll.

 

Sumber :

https://www.usability.gov/what-and-why/information-architecture.html