UX bukan hanya tentang design, tetapi UX adalah prinsip inti dari sebuah bisnis di industri digital. Apple melakukan perubahan ketika memproduksi iPod. Music player mini ini menjadi trend dimasanya. Bukan karena teknologi yang ada di dalam iPod itu tetapi Apple menghadirkan pengalaman baru dan cara yang baru dalam mendengarkan music.

Sebagai UX designer anda harus bisa untuk menyelesaikan sebuah masalah yang user hadapi atau mampu membuat pengalaman yang menyenangkan bagi user. Dan untuk menciptkan UX yang baik, perlu direnungkan bersama - sama dan ini adalah masalah bagi semua yang terlibat dalam menciptakan sebuah web, app atau product digital tertentu.

UX designer fungsinya seperti seorang interpreter (penerjemah). Mereka mendengarkan apa yang diinginkan stakeholder dan apa yang menjadi kebutuhan user. Kemudian UX designer menerjemahkannya ke dalam bahasa yang dapat dimengerti pihak developer. Sehingga hasil dari product yang dibuat menjadi maksimal dan disukai semua pihak yang terkait.

UX designer tidak hanya perlu menjadi seorang yang kreatif dan mengerti tentang hal teknis, mereka juga perlu menjadi mediator yang sangat baik. Mereka perlu melihat dari perspektif yang berbeda yaitu perspektif user. Ini adalah tugas seorang UX designer, untuk berkomunikasi dengan orang yang tepat dan waktu yang tepat. Tanpa komunikasi, prosesnya menjadi terfragmentasi dan product yang dirancang bisa jadi tidak seperti yang diharapkan.

Mari kita lihat bagaimana membina hubungan yang baik dapat memperbaiki UX design menjadi lebih baik.

1. Melakukan Kebijakan Open Door

Membina Hubungan Yang Berarti Mampu Memperbaiki UX Design

UX designer yang baik harus menganut open door policy, tunjukkan proses design anda dengan rekan kerja anda yang lain. Mengapa anda menggunakan metode tertentu ? apa proses design thinking di balik design anda ?. Sehingga anda dapat melihat dari sudut pandang orang lain.

Feedback, ide pertanyaan dsb sangat baik bagi seorang designer. Jangan membuat proses design menjadi sesuatu yang sangat rahasia sehingga orang lain tidak boleh melihatnya. Mungkin rekan anda bukan berasal dari latar belakang design, tetapi paling tidak mereka mengetahui proses akhir dari rancangan product anda. Manfaatkan perspektif tersebut dan jangan takut membuat proses UX menjadi proses kolaborasi antara satu sama lain.

2. Mampu Mengelolah Ekspektasi dan Membangun Kepercayan (trust)

Membina Hubungan Yang Berarti Mampu Memperbaiki UX Design

Sebuah pendapat, gagasan yang saling bertentangan di berbagai pihak (departemen) bisa menjadi mimpi buruk bagi proses design, terutama jika proses diskusi terlambat dilakukan. Jadi bagaimana UX designer mampu menjaga harmonisasi di dalam sebuah tim ? Ini semua tentang bagaimana anda mampu mengelolah ekspektasi orang lain. Jujurlah dengan apa yang bisa anda buat dan apa yang tidak.

Mungkin CEO anda mempunyai ide yang baik, tetapi mungkin anda tidak mungkin merealisasikan di dalam design, jadi tugas anda untuk memberi tahu mereka. Kuncinya adalah komunikasi, jika anda mampu mengkomunikasikan dengan jujur dan terbuka sepanjang proses design berlangsung, semua pihak dapat mengerti dengan apa yang menjadi ekspektasi mereka.

Anda mungkin tidak perlu menjadi teman semua pihak tetapi UX yang baik tidak mungkin terjadi jika tanpa kepercayaan yang dibangun. Semakin banyak rekan kerja yang mempercayai anda maka akan semakin mudah untuk mengarahkan mereka dan ini adalah hal yang baik bagi kepentingan user dan bisnis.

3. Menjalin Komunikasi Dengan Departemen atau Rekan Kerja Anda Yang Lain

Membina Hubungan Yang Berarti Mampu Memperbaiki UX Design

Mungkin anda tidak diragukan lagi dalam hal berempati dengan user. Tetapi juga anda harus mengerti bagaimana cara untuk berempati dengan rekan kerja anda yang lain ? Konflik yang terjadi antara tim design dan departemen lain seringkali terjadi karena kurangnya pemahaman satu sama lain. Berusahalah untuk saling memahami satu sama lain.

Alangkah baiknya jika anda belajar tentang dasar cara berkolaborasi dengan tim lain. Misalnya anda mengambil kursus singkat skill frontend. Sehingga memungkinkan anda untuk mengkomunikasi design anda dengan bahasa develope dan visi design anda menjadi jelas bagi rekan develope anda.

Anda perlu juga meluangkan waktu untuk mengidentifikasi tujuan dan poin tiap - tiap departemen yang ada. Dengan melakukan ini, anda dapat dengan cepat mengerti area yang potensial menimbulkan konflik, sehingga anda memiliki kesempatan mengatasinya sebelum muncul ke permukaan.

4. Perlu Diingat, Proses UX Design Bukan Hanya Untuk Designer

UX designer memiliki peran penting untuk mengarahkan dan menciptakan pengalaman user. Dengan berfokus pada kepercayaan (trust), empati, kejujuran dan komuniksi. Anda dapat memastikan bahwa setiap pihak bersatu untuk menciptakan UX design yang baik.