Saya yakin kamu pernah mendengar tentang persona dan skenario, tapi mari mulai dengan penjelasan singkat tentang kegunaan mereka dalam proses desain:

Persona adalah sebuah sarana dasar untuk usability dan desain UX yang menggambarkan target audiensmu. Meskipun persona adalah representasi fiktif dari pengguna, ia dibuat berdasarkan data sesungguhnya; persona seharusnya dibuat semirip mungkin dengan target pengguna sesungguhnya.

Skenario adalah sebuah ‘cerita’ yang diciptakan berdasarkan pengalaman, perjalanan, dan action yang dilakukan persona ketika berinteraksi dengan app atau situsmu. Skenario menjelaskan proses yang mungkin diikuti oleh pengguna, kapabilitas mereka, logika berpikir, goal, dan motivasi terkait dengan situs. Ia juga menjelaskan situasi sehari-hari; bagaimana sebuah app atau situs masuk ke dalam keseharian persona, apa yang mendorong mereka untuk menggunakannya, bagaimana penggunaannya, mengapa mereka terus menggunakannya, dan seterusnya.

Bersama, keduanya menjelaskan berbagai konteks yang muncul ketika seseorang menggunakan situsmu. Proses ini, pada akhirnya, dapat mengeluarkan permasalahan dan kesempatan yang perlu diperhatikan.

Apa Kegunaan Mereka?

Persona dan skenario adalah sebuah cara bagi para desainer dan developer untuk bersentuhan dengan target audiens mereka selama pengerjaan sebuah projek. Kedua hal ini memastikan bahwa setiap hal yang kita ciptakan adalah untuk kepentingan pengguna.

Misalnya, ketika kamu menciptakan aplikasi untuk memilih warna, kamu perlu memastikan bahwa personamu memiliki keinginan dan alasan untuk menggunakan app tersebut. Kamu mungkin menciptakan sebuah persona yang berprofesi sebagai desainer, atau seseorang yang sedang mendekorasi ulang ruang keluarga mereka. Kita perlu memahami konteksnya dan memastikan bahwa ide yang kita punya masuk akal. Dengan demikian, kamu bisa menggunakan persona dan skenario untuk mengidentifikasi hal-hal yang dapat ditingkatkan untuk mengantisipasi bagaimana seorang desainer akan menggunakan app untuk memilih warna, seperti menyarankan kombinasi dua warna dibandingkan menggunakan generator warna secara acak.

Seperti yang dapat kita lihat, memikirkan kedua hal ini dengan baik akan membantumu untuk fokus pada fitur-fitur dan fungsi yang diinginkan audiensmu; proses pengerjaan dibangun mulai dari dasar, dan pengerjaan projek akan lebih efisien dan efektif ketika kita fokus pada pengguna sejak awal pengerjaan sampai akhir.

Keuntungan persona dan skenario

Persona secara spesifik membantu desainer memprediksi bagaimana pengguna akan merespon desain yang ada, berdasarkan model mental persona tersebut. Ia mengubah pertanyaan yang kita ajukan, dari ‘apa solusi terbaik untuk masalah ini’ menjadi ‘apakah solusi terbaik yang cocok untuk Angie, seorang desainer lepas’. Kedua sarana sederhana dan fundamental ini memiliki efek psikologis, pengingat bahwa projek yang kita kerjakan bukan tentang kita tetapi tentang orang yang akan penggunakannya; itulah dampak paling powerful yang ditawarkan oleh persona dan skenario.

Dalam istilah yang lebih spesifik, persona menyajikan sebuah kepribadian untuk calon pengguna situs atau appmu. Ini adalah sebuah aspek yang memotivasi. Kamu mempunyai persona untuk Samantha, seorang murid desain grafis yang easy going, mencintai lingkungan, dan mempunyai ahli dalam dunia teknologi namun sulit mengambil keputusan - untuk persona inilah aplikasi pemilihan warna akan sangat berguna. Skenario mengkomunikasikan karakter dan nilai-nilai pengguna dalam perjalanan mereka menuju sebuah goal yang spesifik. Dalam sebuah skenario, kamu bisa memikirkan hal-hal seperti bagaimana seorang teman merekomendasikan app ini dan bagaimana ia mengeksplor app tersebut untuk pertama kalinya, apa yang dirasa berguna dan apa yang membingungkan bagi Samantha.

Selain itu, memberikan ‘wajah’ pada target audiens akan meminimalisir perubahan signifikan dari pemangku jabatan karena mereka mampu membayangkan seseorang yang spesifik yang dikaitkan dengan projek tersebut dan dapat lebih mengantisipasi dampak jika ada perubahan drastis yang dilakukan. Ini semua bisa terjadi dengan persona fiktif yang sederhana.

Bercerita atau membuat sebuah narasi juga adalah sebuah sarana yang powerful; ia dapat menciptakan kebersamaan, memberikan hiburan dan makna. Dengan menggunakan persona di dalam skenario, kamu sedang mengijinkan terjadinya ‘ikatan’ antara tim-mu dengan audiensmu. Persona ini menjadi ‘hidup’. Ia membantu tim-mu memahami bagaimana audiensmu mengatasi masalah dan isu yang mungkin muncul. Hasilnya, kamu akan terbantu dalam memikirkan solusi terhadap berbagai masalah dengan menggunakan perspektif target audiens.

Saya sempat menyebutkan sekilas bagaimana persona membantu kita sebagai desainer. Terkadang kita begitu tenggelam dalam sebuah projek dan opini pribadi sehingga kita perlu diingatkan bahwa ini bukan tentang kita; ini tentang pengguna. Memiliki beberapa persona terpampang di dinding adalah cara yang baik untuk selalu mengingat target pengguna kita. Ketika kita mendalami sebuah projek, mungkin saja kita tidak berpikir jernih dan objektif yang akhirnya berdampak buruk pada hasil akhir. Kamu tidak mau mengambil resiko mendesain sesuatu yang tidak dihargai oleh target audiensmu.

Menciptakan persona dan skenario yang baik

Pertanyaannya sekarang adalah apa saja yang kita perlukan untuk menciptakan persona dan skenario yang baik. Pertama dan yang terutama, personamu harus didasarkan pada riset sesungguhnya sehingga kamu tidak membuang waktu dan sumber daya dalam menciptakan pengguna yang tidak menggambarkan target audiensmu. Ketika kamu mempunyai data yang memadai, kamu akan menciptakan persona yang akurat dan memiliki kepribadian, keahlian dan motivasi yang sesuai - mereka akan menjadi panduan yang baik.

Hal yang sama juga berlaku dalam membuat skenario. Jika dasar pembuatan personamu kuat, maka skenariomu juga akan kuat karena kamu bisa membayangkan berbagai skenario yang akurat dan memaparkan masalah yang mungkin dihadapi oleh para pengguna. Selain itu, persona dan skenario akan menjadi lebih baik dengan terus menerus menjadikannya referensi dan panduan selama pengerjaan projek.

Kesimpulan

Persona dan skenario adalah bahan baku dalam desain UX. Tanpa kedua hal ini, kualitas kerjamu bisa menurun secara signifikan, karena tujuan dari desain UX adalah memastikan terciptanya pengalaman yang terbaik bagi para pengguna. Jika kamu tidak memperhitungkan mereka dalam pembuatan produkmu, pengalaman yang tercipta tidak akan sesuai dengan ekspektasi atau kapabilitas penggunamu. Di sisi lain, menggunakan kedua hal ini terbukti meningkatkan kualitas UX sebuah projek secara signifikan.

Sumber: Webdesignerdepot
Gambar: 1 2 3 4 5