Netflix mengenalmu dengan baik - begitu baiknya hingga sekarang ia membuat movie art baru berdasarkan preferensimu.

Netflix menghabiskan $7 milyar untuk konten tahun depan-konten yang sebagian besar terbentuk dari data yang mereka miliki mengenai apa yang orang-orang suka tonton. Dan tentunya, Netflix akan memastikan kamu melihat konten yang paling menarik untukmu, karena data setiap pengguna dibentuk berdasarkan algoritma habit-tracking milik Netflix.

Bahkan, personalisasi oleh Netflix dilakukan secara lebih mendalam dari sekedar tampilan konten. Menurut post terbaru dari Netflix sendiri, mereka mengcustom artwork film dan tv show yang kamu lihat berdasarkan apa yang pernah kamu klik. Ya, artinya saya dan kamu dapat melihat setidaknya 9 permutasi berbeda untuk tampilan depan Stranger Things, berdasarkan kebiasaan menonton kita masing-masing.


[Images: Netflix]

Netflix mendekonstruk cara kerjanya di blog mereka. Mereka menunjukkan bahwa seseorang yang banyak menonton film romantis kemungkinan akan melihat cover di mana dua orang sedang jatuh cinta, sedangkan orang yang lebih menyukai komedi akan melihat pelawak yang sangat lucu di cover film yang mereka tonton. Jadi, apa yang terjadi ketika setiap orang mendapatkan rekomendasi untuk Good Will Hunting? Orang yang menyukai film romantis melihat Matt Damon dan Minnie Driver dengan posisi akan berciuman. Orang yang menikmati komedi melihat Robin Williams tertawa. Keputusan-keputusan ini seakan-akan dibuat oleh manusia, namun kenyataannya, efisiensi ini dibangun dengan algoritma machine learning.

Dalam contoh lain, penggemar Uma Thurman akan melihat cover Pulp Fiction paling iconic, di mana aktris tersebut sedang dalam posisi tengkurap sambil merokok. Namun bagaimana dengan orang yang sering menonton film John Travolta? Mereka akan melihat cover alternatif yang menampilkan John Travolta. Cover ini mungkin tidak akan dikenali sebagai cover film Pulp Fiction, tetapi Travolta akan terlihat jelas ada di situ.


[Images: Netflix]

“Tentunya, tidak semua skenario dalam membuat artwork personal sejelas contoh-contoh di atas. Kami tidak bergantung sepenuhnya pada kalkulasi/aturan seperti di atas, melainkan mengandalkan data yang ada untuk membantu kami signal apa yang cocok digunakan,” tulis Netflix. “Secara keseluruhan, dengan membuat artwork personal, kami membantu setiap judul menampilkan sisi terbaiknya dan meningkatkan pengalaman pelanggan.”

Ini adalah fenomena menarik yang mungkin tidak begitu mengejutkan bagi kita yang menggunakan layanan Netflix, karena cover film memang terlihat sering berubah. Namun orang yang skeptis mungkin akan mengatakan, meskipun Netflix mengaku mengcustomize layanan mereka berdasarkan selera penggunanya, sebenarnya mereka hanya meletakkan jenis pita berbeda pada kado yang sama yang sudah ditawarkan kepada penggunanya. Untuk setiap usaha Netflix dalam mengcustomize sesuatu, kontennya - yang lebih sering memang hasil produksi Netflix sendiri - terbatas pada film produksi Netflix sendiri. Artinya, pada akhirnya ya - Netflix menghabiskan milyaran dolar untuk membuat kita bahagia. Tetapi jika kita tetap tidak menyukai konten yang diciptakan? Perusahaan tersebut akan membiarkan algoritma membungkusnya lagi, dan lagi, sampai setidaknya kita pikir kita mungkin akan menyukainya.

Sumber: Fast Code Design
Ditulis oleh: Mark Wilson
Gambar: Unsplash