Steve Lianardo Product Designer & Illustrator di Bukalapak. Ia memulai karirnya setelah lulus dari jurusan DKV di Binus pada tahun 2009, sebagai Freelancer. Yuk...simak obrolan tentang perjalanan karir seorang Steve Lianardo.

Boleh ceritakan secara singkat perjalanan karir kamu donk?

Setelah lulus dari jurusan DKV di Binus tahun 2009, saya langsung terjun ke dunia freelance dengan pengalaman yang sangat minim. Tidak lama, saya pun memutuskan untuk bekerja di sebuah creative agency demi mencari pengalaman lagi.

Selang beberapa tahun saya menerima dua tawaran. Tawaran pertama dari creative agency di Singapore. Kedua, dari perusahaan retail besar di Indonesia yaitu Ace Hardware, yang saat itu tengah mempersiapkan sebuah brand baru bernama Toys Kingdom. Karena saya lebih memilih untuk tetap sarapan nasi uduk ketimbang chicken rice, jadi saya memilih Toys Kingdom. Saya ingin belajar bagaimana proses bekerja in-house di sebuah perusahaan besar. Selain itu, sebuah brand baru tentunya memiliki banyak tantangan.

Dua tahun kemudian, saya kembali menantang diri sendiri untuk terjun ke dalam dunia desain digital. Saya mulai belajar mendesain user interface untuk website dan aplikasi. Sampai akhirnya saya memutuskan untuk bergabung dengan Traveloka satu tahun lalu.

Menurut kamu apa sih tantangan terbesar dari pekerjaan yang kamu lakukan saat ini?

Mendesain sesuatu yang bagus dengan tetap membawa nilai problem-solving. Saya perlu menyeimbangkan idealisme saya dengan pemikiran bahwa desain harus mampu menjawab permasalahan dengan tepat.

Selain itu, saya harus bisa membawa gagasan desain ini kepada semua stakeholder. Bagian meyakinkan mereka adalah tantangannya. Karena mereka memiliki latar belakang dan pandangan yang berbeda-beda terhadap desain. Tapi, selama saya bisa mengedepankan user dan data, saya tidak takut untuk memperjuangkan setiap ide-ide saya.

Apa yang akan kamu lakukan, ketika kamu sedang malas bekerja, tetapi harus tetap melakukannya?

Sebagai designer, terkadang saya mengandalkan mood sih. Kalau lagi males, ide-ide kreatif akan susah mengalir. Biasanya, saya akan meluangkan waktu setidaknya satu jam untuk melakukan hal apapun yang sifatnya refreshing. Setelah itu, saya harus komit untuk kembali bekerja lagi. Walaupun mood malesnya belum tentu hilang, ya mau gimana lagi namanya juga bekerja, ya harus profesional.

Sebutkan 3 aplikasi yang akhir-akhir ini kamu sering pakai? Mengapa?

Fitbit – Akhir-akhir ini saya sedang mencoba membangun gaya hidup sehat dengan berolahraga dan menjaga kalori apa yang saya makan. Alasan menggunakan fitbit karena aplikasinya sangat fun — membuat saya jadi tetap semangat untuk olahraga.

Pinterest – Segala macam referensi saya cari dan simpan di Pinterest. Konten-kontennya sangat banyak dan menarik.

Slack – Karena pekerjaan. Saya menyukai Slack karena mudah dipakainya dan memisahkan komunikasi yang berhubungan dengan pekerjaan dan personal.

Kalau profesi sebagai designer tidak pernah ada, terpikir untuk berprofesi sebagai apa?

Mungkin penari atau musisi, segala jenis pekerjaan yang berhubungan dengan musik. Hidup saya tidak bisa lepas dari musik hehehe.

Bagi-bagi saran atau tipsnya donk untuk teman-teman yang baru memulai karirnya sebagai designer

1. Steal like an artist. Meniru sampai kita bisa melakukannya sendiri.

2. Membuka diri untuk menerima kritik dan saran. Jangan malu menunjukkan hasil kerja dan meminta saran dari teman-teman.