Bukanlah sebuah rahasia bahwa industri kreatif bisa menguras habis ide-idemu, namun saya menemukan bahwa kreativitas memiliki kesamaan dengan otot.

Jika kamu tidak menggunakannya, ia akan melemah. Kamu harus terus menerus menggunakan otot kreatifmu, atau setidaknya menstimulasinya secara konsisten, sehingga kapanpun kamu memerlukan ide kreatif, kamu bisa langsung mengaksesnya.

Namun, bagaimana kamu terus menerus terinsipirasi dan melatih otot kreatif secara konsisten?

Berbincang-bincanglah dengan rekan-rekanmu secara rutin

Jika kamu belum sering melakukannya, mulailah. Beberapa perbincangan paling inspiratif saya dapatkan dari rekan-rekan ketika ngopi atau minum-minum. Sangatlah menyenangkan untuk berbincang mengenai hidup dan desain, dan diskusi-diskusi sederhana ini seringkali berujung membantu salah satu (atau lebih) dari kami menghadapi tantangan dalam mendesain.

“Inspirasi adalah api yang perlu kamu siram dengan minyak terus menerus”

Inspiration

Designer di WeWork


Pelajari karya orang lain secara konsisten - dan belajarlah darinya

Pada awal karir saya, situs-situs seperti Dribbble dan Muzli belum ada. Jika kamu ingin melihat hasil karya rekan-rekanmu, kamu perlu menginvestasikan sejumlah uang untuk membeli buku desain tahunan. Membaca buku-buku seperti itu sangat membantu saya mendapatkan banyak ide; banyak dari buku-buku tersebut masih saya simpan. Baik dengan buku tahunan ataupun format digital, mempelajari karya rekan-rekan desainer serta mempelajari pemikiran di balik desain lain secara konsisten sangatlah penting.

Bangunlah sebuah ‘perpustakaan solusi pemikiran’ yang dapat kamu gunakan sebagai inspirasi kapanpun dibutuhkan. Kumpulkan contoh-contoh teknik yang sudah terbukti berhasil. Kamu tidak perlu menyalin persis teknik tersebut, tetapi mereka adalah sumber pembelajaran yang baik dan dapat menginspirasi kita untuk menawarkan solusi yang lebih baik kepada klien.


Kelilingi dirimu dengan desain-desain hebat

Inspiration

Engine Digital’s InVision Boards

Rumah dan meja saya bersifat minimalis, tetapi saya mengelilingi diri saya dengan desain-desain yang saya sukai. Saya punya sebuah kotak untuk menyimpan ide-ide keren. Kotak ini berisi hal-hal yang menginspirasi saya, tetapi saya menggunakan Evernote, Dribbble, dan tempat penyimpanan digital untuk menyimpan inspirasi digital yang saya temukan. Meletakkan berbagai sumber inspirasi di sekeliling saya memudahkan saya mengaksesnya kapanpun, ketika saya memerlukannya untuk sebuah projek atau sekedar pengingat bahwa ada solusi-solusi hebat di luar sana dan saya perlu mendorong diri saya sendiri untuk mencapainya juga.


Terus belajar

Hal lain yang saya temukan bermanfaat, dalam hal memiliki berbagai macam ide dan solusi yang bisa kita gunakan kapanpun, adalah untuk terus menerus mempelajari berbagai topik atau cara orang lain menghadapi tantangan yang serupa.

“Ambillah waktu mendesain untuk dirimu sendiri”

Saya tidak perlu menjadi ahli di semua bidang, tetapi setidaknya saya memiliki pengetahuan yang cukup mengenai development, onboarding, bisnis, user patterns, dan pemasaran untuk mengkontribusikan ide jika diskusi mengenai topik tersebut muncul.

Saya memproses pemikiran-pemikiran tersebut melalui ‘filter desain’ dan mempresentasikannya sebagai solusi cepat yang bisa dikembangkan oleh orang-orang yang ahli di bidang tersebut atau oleh diri saya sendiri jika saya rasa ide tersebut memang valid.

Intinya, banyak orang pernah memecahkan tantangan yang serupa dengan yang kamu hadapi. Belajarlah dari orang lain sehingga kamu bisa mengaitkan serta mengembangkan solusi yang mereka punya sesuai kebutuhanmu.


Ambil waktu mendesain untuk dirimu sendiri

inspiration

Designer di Pocket

Membuat desain untuk klien dan perusahaan bisa melelahkan. Tergantung dari struktur perusahaanmu, kamu bisa mengerjakan projek yang sama selama berbulan-bulan yang mengakibatkan terkikisnya inspirasi atau ide kreatif. Ada begitu banyak pemangku jawaban dalam sebuah projek sehingga kamu mungkin sering merasa pekerjaanmu dan ide-idemu tidak lagi menginspirasimu ataupun orang lain.

Ketika itu terjadi, kamu perlu mengambil waktu untuk mendesain bagi dirimu sendiri. Mendesain tanpa ikatan apapun. Kamu tidak perlu melakukannya secara rutin, meskipun hal ini mungkin dilakukan beberapa orang. Mulailah memikirkan hal-hal yang ingin kamu desain bagi dirimu sendiri. Poster, aplikasi baru, pakaian… Apapun itu, temukan hal yang sangat ingin kamu desain - dan kerjakanlah. Kembalilah pada hal mendasar dan inspirasi dirimu lagi.

“Temukan hal yang sangat ingin kamu desain - dan kerjakanlah.”

Catatan akhir

Terinspirasi adalah kondisi yang perlu kamu usahakan selalu. Seperti api kecil yang perlu diberi minyak. Kamu bisa melakukannya dengan mempelajari solusi hebat yang dicapai orang lain untuk memicu munculnya ide-ide, atau dengan mengerjakan projek sampingan bagi dirimu sendiri. Cobalah temukan sesuatu yang berhasil untuk dirimu sendiri.

Dalam berbagai cara, inspirasi memberi makan perasaan dan pemikiran positif. Sebagai desainer, perasaan bahwa kita ada di posisi yang salah atau kekurangan pencapaian biasanya berakar dari kurangnya inspirasi. Perasaan tersebut juga bisa diakibatkan kurangnya ide-ide terbaru atau hilangnya inspirasi untuk melakukan yang terbaik.

Sumber: Invision
Foto: Unsplash